Mencari beasiswa ke Jerman

KISAH SEBELUMNYA
Melanjutkan Pendidikan di Jerman

Bila anda bertanya ke om google, maka anda akan dipaparkan  ribuan artikel tentang ini. Tiap orang punya cerita masing-masing. Maka sayapun punya cerita sendiri.

Diantara cerita tentang beasiswa yang patut anda simak adalah halaman 2 teman saya, yaitu Mas Fuad dari Jambi dan Bang Afiat dari Bandung. Keduanya adalah penerima beasiswa DAAD. DAAD adalah kepanjangan dari Deutscher Akademischer Austausch Dienst (the German Academic Exchange Service). Semoga kesuksesan mereka berdua dapat menjadi inspirasi anda.

Bila anda menyimak pengalaman Bang Afiat dalam blognya, maka cerita saya agak berbeda. Kami di masa itu sama sama berniat mendaftar beasiswa DAAD di tahun 2010. Namun saya belum berhasil.

Berikut kutipan persyaratan beasiswa DAAD untuk jenjang S3 di tahun 2013/2014 yang tak banyak berubah dari persyaratan saat saya daftar dahulu.

a) holder of Master Degree (S2 Degree) with minimum GPA of 3,00
b) Master’s degree should have been completed not longer than six years at the time of application
c) a convincing and well-planned research project that has been agreed by a German academic supervisor at the German host university.
Please see page 6 for information on ‘How to find an academic supervisor in Germany’
d) written confirmation of the supervision by a professor in Germany commenting on your research program.
e) It is required that doctoral candidates wishing to take a doctorate/PhD in their home country (Sandwich Program) must register for the doctorate at their home university.
f) Proficient in English – TOEFL IBT 80 or ITP 550 or IELTS 6 (obtained in 2011 or 2012) -or good German language skills. TOEFL Prediction is not accepted
g) Applicants from the medical field must fulfil specific requirements

h) Applicants, who have been residing in Germany for more than one year at the time of application, cannot be considered

Berdasarkan pengalaman pribadi, salah satu kunci utama dalam kelulusan seleksi berkas adalah item c dan d, yaitu proposal dan letter of acceptance dari profesor di Jerman.

DAAD telah memberikan petunjuk bagaimana cara memperolehnya melalui webnya, unduh di sini.

Studi literatur sudah mulai saya lakukan sejak mei 2010, untuk membuat proposal. Sejak saat itu, saya mulai mengirimkan email untuk melamar ke sejumlah profesor di berbagai universitas. Qadarullah, saya belum berhasil meyakinkan profesor satupun hingga batas pendaftaran beasiswa.

Saat itu, terdapat persyaratan pembatasan maksimal mendaftar beasiswa ini maksimal 2 kali. Namun saya tetap nekat mendaftar. Alhasil, berkas saya tidak lulus.

Sempat hilang semangat mencari profesor, mengingat hingga akhir batas pendaftaran beasiswa, saya telah mengirimkan email ke lebih dari 30 profesor di jerman. Namun, mulai januari 2011, sambil iseng, sesekali saya kembali menyisir website universitas di jerman yang sangat informatif. Dengan mudahnya saya dapat menemukan link alamat email prof, sekretarisnya, daftar publikasinya, dan semacamnya.

Alhamdulillah, respon positif mulai ada di bulan Februari 2011, oleh seorang peneliti muda yang saat ini menjadi supervisor saya di NCT Heidelberg. Berikut list publikasi beliau, klik di sini.

Saya perkirakan, sejak 2010 hingga pertengahan 2011, saya telah mengirim email lamaran ke lebih dari 70 profesor di Jerman dan Jepang. Beragam pelajaran yang saya peroleh, diataranya:

1. Sedapat mungkin menggunakan email dari domain resmi institusi, bukan email publik seperti yahoo atau gmail.

2. Isi email mencerminkan bagaimana anda. Maka, jangan lupa menyertakan CV di dalamnya.

3. CC-kan email anda ke alamat email sekretaris profesor. semuanya dapat anda temukan di website departemen dimana profesor ini bekerja.

4. Selalu berdo’a agar dipilihkan jalan terbaik.

Maka di tahun 2011 saya kembali mendaftar beasiswa DAAD untuk kesempatan terakhir. Alhamdulillah berkas administrasi saya dinyatakan lulus. Selanjutnya wawancara dilakukan di Jakarta. Sekitar bulan februari 2012, saya memperoleh pemberitahuan dari DAAD jakarta yang menyatakan saya tidak berhak mendapatkan beasiswa DAAD, namun mereka menawarkan beasiswa program lain yaitu IGSP yang sistem seleksi dan pengelolaan di Jerman juga dikelola oleh DAAD. Saat itu, tidak ada tambahan proses seleksi, bila saya bersedia, maka otomatis langsung sah menjadi penerima beasiswa IGSP.

Berdasarkan pengalaman pribadi, berikut fasilitas yang saya terima sejak dinyatakan sebagai penerima beasiswa IGSP.

1. Kursus Bahasa Jerman di Goethe Jakarta sampai level A1 (dibiayai oleh DIKTI)

2. Kursus bahasa Jerman lanjutan selama 2 bulan di Jerman. Akomodasi ditanggung DAAD. Selama kursus, memperoleh uang saku 410 Euro/bulan.

Selanjutnya, berikut rincian beasiswa IGSP yang tertuang dalam Letter of Award dari DAAD untuk penerima beasiswa IGSP:

- a monthly scholarship payment : Eur 1000
- Health, accident and personal liability insurance : Eur 64
- book allowance (lump-sum)/per year 500 : Eur 1500
-Settlement allowance (lump-sum): Eur 1000
- International travel cost to Germany: Eur 1000
- travel to return journey: Eur 1000

Study fee levied by German institution of higher education will not be paid by DAAD.

Alhamdulillah sejauh ini urusan pengiriman dana beasiswa berjalan lancar. Sejak mulai masa studi di bulan Oktober 2012, dana beasiswa diterima sekitar tanggal 25-27 di bulan sebelumnya. Perlu diperhatikan bahwa, berbeda dengan beasiswa DAAD pada umumnya, pada beasiswa IGSP tidak ada jatah untuk tunjangan ataupun asuransi untuk keluarga.

Berikut beberapa tautan penyedia beasiswa ke Jerman:

DAAD Jakarta Office 
Jl. Jend. Sudirman, Kav. 61-62
Summitmas II, 14th Floor
Jakarta 12190
Tel.: +62 (21) 520 08 70, 525 28 07
Fax: +62 (21) 525 28 22
info@daadjkt.org

Indonesian-German Scholarship Programme (IGSP)

Beasiswa IGSP

Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan 
  • Gedung Dikti Lantai 5
  • Jl. Jenderal Sudirman, Pintu Satu – Senayan
  • Jakarta-10270
  • Email: igsp@dikti.go.id
  • Milis: igsp1@yahoogroups.com

BEASISWA LUAR NEGERI DIKTI

website : http://beasiswa.dikti.go.id/index.php

Sebagian besar institusi pendidikan dan riset di Jerman sering kali membuka lowongan mahasiswa PhD. salah satu keuntungannya, sambil belajar, kita bisa memperoleh gaji. Tentunya sistem seleksinya akan jauh lebih ketat. Berikut contoh penawaran yang ada di beberapa institut, silahkan klik:

info lebih lanjut tentang riset dan lowongan PhD di Jerman :

 

Kisah terkait:

Melanjutkan Pendidikan di Jerman

About Hasan

manusia biasa yang punya cita-cita tak biasa... Meski telah nomaden dan merasakan hidup di Manado, Gorontalo, Yogya, Bandung dan Semarang, masih punya impian menikmati Karunia Ilahi berupa Alam Indonesia yang luas... Melalui blog ini, beberapa cuplikan pengalaman, pengtahuan, harapan hidup saya ingin ku bagi...Semoga bermanfaat!!

Posted on April 8, 2013, in Belajar di Jerman and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. Nice share Pak, klo boleh tahu proposed study nya di bidang apa? :)

  2. Pak saya tertarik dengan tulisan ini, sya juga punya keinginan kuliah di jerman. Pak ada informasi untuk mencari profesor disana. Bisa share cara agar bisa mendapatkan profesor dan lanjut ke jerman.

    Makasih pak

    • semoga cita citanya terwujud. Seperti saya utarakan di atas, pengalaman saya pribadi:
      1. Bila mas Ikhwan telah memiliki topik penelitian, maka alangkah baiknya telusuri prof yang sesuai dengan topik yang dituju. Untuk bidang kedokteran, saya tinggal buka pubmed, masukkan keyword dan nama negara yaitu jerman. maka akan muncul jurnal sesuai topik kita dengan penulis dari jerman. selanjutnya mas Ikhwan tinggal mengemail penulis atau meluncur ke institusi penulis.

      2. Bila ada universitas ataupun kota di Jerman yg jadi target, maka mas ikhawan tinggal mengunjungi website universitas tersebut. Informasi yang ada di website universitas sangat lengkap. Rincian informasi setiap departemen, topik penelitian, daftar publikasi dan email setiap prof lengkap tertera di sana.

      3. Jangan ragu mengirimkan email ke sekretaris prof dan ke banyak prof, karena kesibukan mereka, bisa jadi mereka tak sempat membaca atau tidak ada lowongan untuk mahasiswa di labnya, sehingga mereka tak sempat membalas emial kita.

      Semoga sukses

  3. ikhwan mutaqin

    amiinn terima kasih banyak pak.

    untuk mendapatkan beasiswa, setelah mendapatkan profesor apakah yang kita lakukan pak? harus daftar ke DAAD kah atau ada jalan lain?

    terima kasih banyak pak.

    • tidak harus..
      Beragam alternatif sumber beasiswa yang tersedia. Untuk ke Jerman, paling lazim, kenalan saya menggunakan beasiswa DAAD atau Beasiswa Luar Negeri DIKTI. Setahu saya, sumber beasiswa lain juga ada seperti dari IDB, atau Doktorarbeit yg digaji oleh institusi di jerman.

      • Pak apakah beasiswa tersebut bisa mengcover seluruh biaya hidup & biaya kuliah selama di jerman? Ataukah hanya sebagian biaya yang di cover?

        Terima kasih banyak pak.

      • Beasiswa apa yg dimaksud? Klo IGSP, mencakup kebutuhan hidup normal di jerman. Namun tidak menanggung komponen lain seperti uang administrasi persemester, tiket semester ataupun biaya penelitian. Perlu diketahui, untuk program s3, semua uni di jerman srtahu saya tidak ada tuition fee. Sedangkan untuk penelitian, kebanyakan mengikuti projek prof.

  4. Kalau untuk master / S2 di jerman tuition fer gimana pak?
    Pak ada kah beasiswa yang bisa mengcover semua biaya, tuition fee, living payment dll pak?

    Mohon maaf pak saya banyak nanya, saya ingin skali lanjut studi S2 teknik di jerman, tapi secara finansial kurang mendukung.

    Terima kasih bnyak atas infonya pak.

  1. Pingback: Persiapan Keberangkatan Ke Jerman | Bashari's Journal

  2. Pingback: Persiapan bahasa Jerman | Bashari's Journal

  3. Pingback: Persiapan Administrasi selaku PNS untuk status tugas belajar ke luar negeri | Bashari's Journal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,147 other followers

%d bloggers like this: