Gejala dan Komplikasi Asam Urat

Sebelumnya telah dibahas asal usul asam urat, yang kesimpulannya bahwa asam urat adalah hasil sisa penghancuran purin(bagian dari DNA). Kali ini kita akan membahas hiperurisemia, gejala serta komplikasinya.

Sumber Asam urat

Ada dua sumber utama purin dalam tubuh. Yaitu purin yang berasal dari makanan dan purin hasil metabolisme DNA tubuh. Purin yang berasal dari makanan merupakan hasil pemecahan nukleoprotein makanan yang dilakukan oleh dinding saluran cerna. Sehingga mengkonsumsi makanan tinggi purin akan meningkatkan kadar asam urat darah.

Makanan dan minuman yang mengandung purin(1)

Kadar tinggi

Sebaiknya dihindari

Kadar sedang

Dapat dikonsumsi sekali-kali

Kadar Rendah

Bebas dikonsumsi

Hati, ginjal, sarden, ikan herring, daging, bacon (daging babi yang dikukus), codfish, scallops, trout, haddock, daging anak lembu, venison (daging rusa), kalkun, minuman beralkohol Asparagus, daging sapi, bouillon, daging ayam, kepiting, daging bebek, paha babi, buncis, jamur, lobster, tiram, pork, udang, bayam kopi, buah, roti, beras, makaroni, keju, telur, produk susu, gula, tomat, sayur hijau (kecuali yang telah disebutkan sebelumnya), minuman berkarbonasi,
Dikutip dari Harris, M; Siegel, L; Alloway, J. 1999. Gout and Hyperuricemia. American Academy of Family Physicians

Hiperurisemia

Hiperurisemia adalah istilah kedokteran yang mangacu pada kondisi kadar asam urat dalam darah melebihi “normal” yaitu lebih dari 7,0 mg/dl. Hiperurisemia dapat terjadi akibat meningkatnya produksi ataupun menurunnya pembuangan asam urat, atau kombinasi dari keduanya. Kondisi menetapnya hiperurisemia menjadi predisposisi(faktor pendukung) seseorang mengalami radang sendi akibat asam urat (gouty arthritis), batu ginjal akibat asam urat ataupun gangguan ginjal.(2)

Penyebab Hiperurisemia

  1. Peningkatan Produksi

    Peningkatan produksi asam urat terutama bersumber dari makanan tinggi DNA (dalam hal ini purin). Makanan yang kandungan DNAnya tinggi antara lain hati, timus, pancreas, ginjal. Kondisi lain penyebab hiperurisemia adalah meningkatnya proses penghancuran DNA tubuh. Yang termasuk kondisi ini antara lain: kanker darah (leukemia), pengobatan kanker (kemoterapi), kerusakan otot.(2)

  2. Penurunan pembuangan asam urat

    Lebih dari 90% penderita hiperurisemia menetap mengalami gangguan pada proses pembuangan asam urat di ginjal. Penurunan pengeluaran asam urat pas tubulus ginjal terutama disebabkan oleh kondisi asam darah meningkat (Ketoasidosis DM, kelaparan, keracuanan alkohol, keracunan obat aspirin dll). (2) Selain itu, penggunaan beberapa obat (contohnya Pirazinamid-salah satu obat dalam paket terapi TBC) dapat bepengaruh dalam menghambat pembungan asam urat.

  3. Kombinasi Keduanya

    Konsumsi alkohol mempermudah terjadinya hiperurisemia, karena alkohol meningkatkan produksi serta menurunkan pembuangan asam urat. Minuman beralkohol contohnya Bir, terkandung purin yang tinggi serta alkoholnya merangsang produksi asam urat di hati. Pada proses pembungan, hasil metabolisme alkohol menghambat pembungan asam urat di ginjal. (2)

Komplikasi Hiperurisemia

1. Radang sendi akibat asam urat (gouty arthritis)

Komplikasi hiperurisemia yang paling dikenal adalah radang sendi (gout). Telah dijelaskan sebelumnya bahwa, sifat kimia asam urat cenderung berkumpul di cairan sendi ataupun jaringan ikat longgar. Meskipun hiperurisemia merupakan faktor resiko timbulnya gout, namun, hubungan secara ilmiah antara hiperurisemia dengan serangan gout akut masih belum jelas. Atritis gout akut dapat terjadi pada keadaan konsentrasi asam urat serum yang normal. Akan tetapi, banyak pasien dengan hiperurisemia tidak mendapat serangan atritis gout.(3)

Gejala klinis dari Gout bermacam-macam, yaitu, hiperurisemia tak bergejala, serangan akut gout, gejala antara(intercritical), serangan gout berulang, gout menahun disertai tofus.

Keluhan utama serangan akut dari gout adalah nyeri sendi yang amat sangat yang disertai tanda peradangan (bengkak, memerah, hangat dan nyeri tekan). Adanya peradangan juga dapat disertai demam yang ringan. Serangan akut biasanya puncaknya 1-2 hari sejak serangan pertama kali. Namun pada mereka yang tidak

diobati, serangan dapat berakhir setelah 7-10 hari. (3) Serangan biasanya berawal dari malam hari. Awalnya terasa nyeri yang sedang pada persendian. Selanjutnya nyerinya makin bertambah dan terasa terus menerus sehingga sangat mengganggu.

Biasanya persendian ibu jari kaki dan bagian lain dari ekstremitas bawah merupakan persendian yang pertama kali terkena. Persendian ini merupakan bagian yang umumnya terkena karena temperaturnya lebih rendah dari suhu tubuh dan kelarutan monosodium uratnya yang berkurang. Trauma pada ekstremitas bawah juga dapat memicu serangan. Trauma pada persendian yang menerima beban berat tubuh sebagai hasil dari aktivitas rutin menyebabkan cairan masuk ke sinovial pada siang hari. Pada malam hari, air direabsobsi dari celah sendi dan meninggalkan sejumlah MSU. (3)

tofi pada kedua tangan

Serangan gout akut berikutnya biasanya makin bertambah sesuai dengan waktu. Sekitar 60% pasien mengalami serangan akut kedua dalam tahun pertama, sekitar 78% mengalami serangan kedua dalam 2 tahun. Hanya sekitar 7% pasien yang tidak mengalami serangan akut kedua dalam 10 tahun.(1)

Pada gout yang menahun dapat terjadi pembentuk tofi. Tofi adalah benjolan dari kristal monosodium urat yang menumpuk di jaringan lunak tubuh. Tofi merupakan komplikasi lambat dari hiperurisemia. Komplikasi dari tofi berupa nyeri, kerusakan dan kelainan bentuk jaringan lunak, kerusakan sendi dan sindrom penekanan saraf. (3)

2. Komplikasi Hiperurisemia pada Ginjal

Tiga komplikasi hiperurisemia pada ginjal berupa batu ginjal, gangguan ginjal akut dan kronis akibat asam urat. Batu ginjal terjadi sekitar 10-25% pasien dengan gout primer. Kelarutan kristal asam urat meningkat pada suasana pH urin yang basa. Sebaliknya, pada suasana urin yang asam, kristal asam urat akan mengendap dan terbentuk batu. (3)

Gout dapat merusak ginjal, sehingga pembuangan asam urat akan bertambah buruk. Gangguan ginjal akut gout biasanya sebagai hasil dari penghancuran yang berlebihan dari sel ganas saat kemoterapi tumor. Penghambatan aliran urin yang terjadi akibat pengendapan asam urat pada duktus koledokus dan ureter dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Penumpukan jangka panjang dari kristal pada ginjal dapat menyebabkan gangguan ginjal kronik.(3)

Pengobatan Radang Sendi akibat asam urat (Gouty arthitis)

Tujuan utama panatalaksanaan penyakit gout adalah menghentikan nyeri pada serangan akut, mencegah kekambuhan, dan mencegah komplikasi akibat deposisi kristal urat pada sendi, ginjal, atau bagian tubuh lain. Sedangkan, pada pasien dengan hiperurisemia asimtomatis tidak diperlukan terapi farmakologis.(1) Pengurangan hiperurisemia diperlukan untuk mencegah perkembangan akut gout pada pasien dengan risiko tinggi.

Pengaturan pola makan dan perubahan gaya hidup termasuk penurunan berat badan, pembatasan minuman alkohol, makanan tinggi purin, dan pengawasan hiperlipidemia dan hipertensi dapat menurunkan kadar serum asam urat walau tanpa terapi obat-obatan.(3)

Berkonsultasilah dengan dokter anda tentang rencana pengobatan yang akan ia lakukan secara lengkap. Hindari penggunaan “jamu” kemasan yang tidak jelas, karena telah banyak bukti kecurangan produsen jamu yang justru merugikan konsumen.


Kesimpulan

– Sumber Asam Urat : Makanan, penghancuran DNA tubuh

– Hiperurisemia : kadar asam urat darah > normal

– Penyebab : a. Peningkatan Produksi: dari makanan, penyakit

b. Penurunan Pembuangan : Penyakit, Obat-obatan

c. Kombinasi keduanya : minuman beralkohol

– Komplikasi : radang sendi, batu ginjal, gangguan ginjal

– Pencegahan : Batasi konsumsi makanan tinggi purin serta alkohol

– Pengobatan : Ikuti saran dokter, minta penjelasan yang lengkap tentang penggunaan & efek samping obat, jangan sembarangan mengkonsumsi jamu

Kepustakaan

  1. Harris, M; Siegel, L; Alloway, J. 1999. Gout and Hyperuricemia. American Academy of Family Physicians
  2. Kasper, D; Braunwald, E; Fauci, A; Hauser, S ;Longo, D; Jameson, L. 2004. Harrison’s Principles of Internal Medicine 16th Edition. In Wortmann, R. disorder of purine and pyrimidine metabolism. New York. McGraw-Hill Professional.
  3. Pittman, J; Pharm. D; Bross, M. 1999. Diagnosis and Management of Gout. American Academy of Family Physicians.
ARTIKEL TERKAIT



About Hasan

manusia biasa yang punya cita-cita tak biasa... Meski telah nomaden dan merasakan hidup di Manado, Gorontalo, Yogya, Bandung dan Semarang, masih punya impian menikmati Karunia Ilahi berupa Alam Indonesia yang luas... Melalui blog ini, beberapa cuplikan pengalaman, pengtahuan, harapan hidup saya ingin ku bagi...Semoga bermanfaat!!

Posted on October 19, 2008, in Penyakit DALAM and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 21 Comments.

  1. k, dblg hiperurisemia >7 kan…. ada yg nanya as.urat yg tgg dgn nilai brp sdh hrs minum obat dan kpn msh dgn diet??? tq
    ======================================
    kalo ini maksudnya untuk pasien yang “hanya” hiperurisemia “saja”(hiperurisemia asimtomatic), beberapa sumber disini atau disini menyebutkan tidak perlu pengobatan medikamentosa. mengingat efek samping yang dapat timbul. disarankan untuk mengbah pola hidup (tidak minum alkohol, kurangi makanan tinggi purin dan menurunkan berat badan). Diberi catatan bahwa, ini terkecuali pada pasien yang mendapat kemoterapi sitotoksik, mereka perlu obat untuk menurunkan asam urat. Hentikan/ganti juga penggunaan obat-obatan yang dapat menyebabkan hiperurisemia, seperti gol. Tiazid dan pirazinamid. selain itu, perlu dievaluasi penyakit penyerta lainnya.

    Akantetapi bila mereka dengan GOUT ataupun dengan komplikasi ginjal, maka ini jelas ada indikasi medikamentasa, dengan target kadar asam urat 6mg/dl.

    terlepas dari itu, beberapa Sp.PD yang pernah saya temui sebelumnya merekomendasikan untuk mulai menurunkan kadar asam urat dengan obat bila kadarnya >11mg/dl. mungkin dengan asumsi bahwa semakin tinggi kadarnya maka peluang untuk berlanjut menjadi Gout akan semakin besar. namun, secara EMB, rekomendasi ini belum saya temukan.

    Makasih..

  2. hiiii, asam urat serem ya ….

    ayadinata.com

  3. wah,makasih ni atas infonya pak dokter..

  4. Halow…visiting back.Eniwei Hasan lulusan mana?angk brp?hmm,Apriyani tu maxudnya Apriyani Asril alias Ryan yah?yup,ak 1 angk ma dia.aku br tau klo dia dah ptt.kmu ptt brgn dia?angk keberapa?periode sept or Nov?ak jg da ptt,di Papua,periode nov 2007.yap,muga2 aj ak ktrima ppds nya😀

  5. informatif sekali…

    –awas, saya suka memanfaatkan kenalan kawan2 dokter untuk konsultasi gratis lho…

    WASPADALAH!!!

  6. kalo emping mlinjo apa memang bener penyebab asam urat juga pak dokter?
    ========================================
    mlinjo dan olahannya (emping) memang diyakini merupakan salah satu makanan penyebab asam urat. bagi anda yang menderita asam urat, saya sarankan untuk membatasi konsumsi emping. Artinya boleh dikonsumsi tapi jangan berlebihan. Selain itu, produk tumbuhan yang berasal dari pucuk daun ataupun bagian tumbuhan yang sedang aktif tumbuh (pucuk daun, tauge) juga merupakan sumber asam urat.

  7. makasih infonya pak dokter,
    maaf bunda telat kesini..habisnya baru pulang dari jogya..
    mmaaf sekali lagi yaaaa

  8. Kebeneran nih ada tugas kul. Biomol ttg HIPERGLISINEMIA.. Itu mengenai penyakit metabolisme bawaan dimana terjadi penumpukan asam amino glisin dalam plasma darah. Kalau boleh nih minta postingannya buat dijadikan referensi. Ato buku2 apa aja yang bs direkomendasikan???? Tx b4…….

  9. Rachmad Bachtiar

    Makasih Dok ….. sekarang saya lagi butuh info ini karena sedang mengali sakit linu-linu.
    sekali lagi makasih ……..

  10. Sangat bermanfaat, terima kasih!

  11. arif saifuddin

    teima kasih dok, tapi kalo pengobatan menggunakan herbal (di bungkus dg jahe) itu prosesnya gemama?
    =============================
    secara empiris, sebagian masyarakat kita menggunakan tumbukan jahe sebagai obat alami untuk mengurangi nyeri sendi dengan cara mempelkan pada sendi yang nyeri. Jahe mengandung bermacam2 minyak atsiri yang diyakini memiliki efek anti nyeri.


    PENELITIAN Latifah,1987. Jurusan Farmasi, FMIPA UNPAD. Telah melakukan penelitian pengaruh analgesik perasan rimpang Jahe Merah pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata perasan rimpang Jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. Semakin besar dosis yang diberikan, semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifikasi rasa sakit).

    secara ilmiah memang perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut terhadap manusia. termasuk proses kimia apa yang berpotensi menurunkan nyeri sendi.

  12. Wah .. sangat membantu, kebetulan sekarng saya sedang merasakan gejalannya. Dok kalau masih kondisi ringan, dengan umur saya 39 tahun apakah diet dan olah raga dapat membantu menghilangkan timbulnya sakit apada sendi akibat asam urat. dengan kata lain apakah jika sudah ada gejala maka kemungkinan untuk normal sudah tida bisa lagi?

    • Terima kasih atas kunjungan ke Bog saya.
      Bila Pak Azrul sekarang sedang mengalami nyeri asam urat, saya sarankan untuk mengistirahatkan geraka sendi yang terkena. Jangan di urut, jangan melakukan pergerakan sendi yang berat. karena peradangan pada sendi tersebut akan semakin parah. Peradangan tersebut bila ringan akan reda secara perlahan, namun dengan bantuan obat tertentu, peradangan akan segera reda disertai dengan penurunan intensitas nyeri. Pada saat nyeri, saya menyarankan untuk menghangatkan sendi yang terkena, jangan memberi suasana sendi semakin dingin.

      Tentunya, makanan2 pencetus harus segera dikontrol untuk dibatasi. bukan dipantangi. tentunya hidup secara sehat dengan makan makanan sehat dan tidak berlebihan, olahraga teratur, istirahat cukup akan membantu menjaga kesehatan kita.
      dengan izin Yang Kuasa, pola makan sehat akan mencegah kambuhnya serangan asam urat.

      Terima kasih

  13. oiya… kalo boleh tau makanan yang sehat secara keseleruhun bias tidak disebutin
    misal yang mendukung faktor kesehatan supaya terhindar dari penyakit “azam Aurat” ini..
    maturnuwun

  14. penyakit asam urat saya sering kambuh minimal 2 kali setahun pasti kambuh walaupun pol makan sudah dijaga apa kira kira saran agar penyakit ini dapat disembuhkan tks

  15. terima kasih atas infonya, kebetulan budeku kena asam urat

  16. Dok, sya sorang wniat brusia 24 thn, dan asam urat sya trlalu tinggi shingga sya terserng batu ginjal, dok apa batu ginjal msih bisa d sembuhkan.

  17. Dok, aku bingung, mamahku sudah berumur 62 tahun dan dia -/+ sudah 10 tahun kena diabetes, asam urat dan belum lama ini dia kena penyakit paru paru + batu ginjal. Batunya itu sudah di CT ada di ginjal kanan dan kiri dan ada penyumbatan di ureternya. Dok obat apa yg dapat menghancurkan batunya itu tanpa harus melakukan tindakan operasi. karena aku juga bingung mencari dana untuk operasinya. apakah ada jalan keluar yang lain dok, atas penyakit mamah ku ini. sedangkan gulanya tinggi terus diatas 250. aku benar benar tdk tahu apa yg harus aku lakukan, sedangkan dananya terbatas. oh iyah dia juga sering mengeluh kalau di kedua dengkulnya sakit dan sekitar paha ke atas pada mati rasa. berobatnya harus bagaimana yach dok bila terlalu banyak komplikasi seperti itu. aku benar benar sangat kasihan melihat mamahku.

  18. Ibu saya juga terkenat asam urat, tetapi beliau selalu optimisi baru beliau akan sembuh dan pasti sembuh. hingga saat ini, meski penyakit asam uratnya belum sembuh, tapi itu tidak mengganggu aktivitas ibu sebagai seorang petani. Salut n kagum untuk ibuku.
    Bagi anda yang juga mengalami penyakit asam urat, sebaiknya optimis dan berkeyakinan bahwa asam urand anda akan sembuh juga…

  19. pak dokter, mau nanya.. ayah saya kan terkena penyakit diabetes dan sekarang sudah mulai komplikasi ke penyakit yang lain yaitu jantung, ginjal, bahkan asam urat. baru-baru ini setelah dicek, kadar asam urat ayah saya sampai 17. kira-kira ini penyebabnya apa ya dok, karena pola makan ayah pun sudah diatur dan tidak ada pantangan yg dilanggar. apakah karena diabetes sehingga muncul kadar urat yang tinggi ini karena kadar gula ayah saya bisa mencapai 236. mohon infonya dan apa yg harus saya lakukan untuk mengobatinya?

  1. Pingback: KHASIAT DAUN SELEDRI DALAM MENURUNKAN RISIKO HIPERURISEMIA « mrcfkua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: