Mengejar Turangga Naik Pahala Kencana

Kisah ini bermula dari niat melakukan Penelitian imunologi. Karena diinstitusi saya jarang Penelitian semacam ini, maka saya mendapat sedikit kesulitan memperoleh bahan Penelitian. Bila harus memesan ke distributor, saya harus menanti 6-8 minggu sebelum barangnya datang, karena harus dibeli di luar negeri. Beginilah nasib bangsaku, apa-apa masih tergantung dengan luar negeri. Saya Pun berencana membelinya di istitusi yang sudah biasa melakukan Penelitian sejenis, yaitu FK UGM.
1. Berlari mengejar TURANGGA
Saya kemudian memilih berangkat tgl 7 Malam. tanggal 6 ke statiun (*asumsi bukan weekend, mudah dpt tiket) ternyata loket sudah tutup. Tgl 7 langsung berangkat ke stasiun dgn harapan bisa beli tiket langsung. Ternyata, tiket telah habis hingga tanggal 11. Saya Pun baru ingat, ini masa akhir libur Sekolah.
Alternatif transportasi darat lainnya saya coba hubüngi, hasilnya nihil. Keluarga mulai saya kabari, bahwa saya gagal berangkat. Sebelum Balik Badan, saya Pun menghubungi Call Center KAI (021-21391121). Alhamdulillah, ternyata masih Ada 2 kursi kosong di TURÄNGGA, yg artinya 15 menit lagi berangkat. Rasa kesal campur senang berputar-putar di kepala. Singkat ceritä, saya Alhamdulillah mendapat tiket 5 menit sebelum kereta jalan. Sayapun langsung berlari menuju TURANGGA.

2. Gagal Membawa Apa yang Dicari
Niat Utama Kali itu adalah membeli bahan Penelitian. Meskipun tahu bahan yg dibeli sebaiknya tidak kena Panas, saya Tak berpikir untuk mempersiapkan cara membawanya. Berharap disediakan Öleh sang penjual. Ternyata, saya harus membawanya sendiri, sedangkan pada siangnya, saya berniat mengurüs keperluan yang harus berpanas Ria di teriknya matahari Yogya. Älhasil, saya mengurungkan membawa bahan yg Mau saya beli. *takut rusak.

3. Masih Banyak Tetangga Yang Baik Hati
Setelah dari UGM, saya harus ke ibukota Bantul. Selesai Urusan, pukul 14.00, sementara bis yg akan membawa saya pulang berangkat jam 15.00. Dengan jiwa raga, langsung pulang, berkemas Barang dan pamitan dengan Ibu. Masalahnya kini, waktu tinggal 30 menit tidak Ada yg bisa mengantar saya ke Pool Bis Pahala Kencana di jl. janti (0274-6578592). Ibu saya Pun kü buat Stres. Alhamdulillah, Ada tetangga pedagang Koran yg bersedia meninggalkan dagangannya untuk mengantar saya. Ibu saya Pun rela menjaga dagangannya. Alhamdulillah.. semoga Allah senantiasa memberi kebahagian dan keselamatan kepada kedua Orang tuakü, dan kelapangan rejeki bagi tetanggaku tadi.
Alhasil, tiba 10 menit sebelum bis berangkat. Dalam kondisi batre HP Mati.

4. Menanti lebih dari sejam di Terminal
Bis Pun berangkat tepat waktu, menjemput penumpang di Agen-Agen lainnya. Tak disangka, ternyata bisnya mangkal di Terminal lebih dari sejam. Pantes Aja disuruh kumpul jam 15, ternyata bisnya masih ngetem.
Pelayanannyä, kondisi bisnya cukup baik, cuma ngetemnya itu yg Bikin kesel. JADI, SARAN Bagi anda calon penumpang Pahala Kencana, mending jangan berangkat dari Pool janti. Lebih baik dari Terminal.

5. Pedagang Salak Pondoh yang Curang
Tibalah Kami di Terminal mägelang, sekitar waktu magrib. Sejumlah pedagangpun naik bis dan menjual dagangan. Diantara mereka Ada pasangan paruh baya menawarkan salak pondoh. *salah satu buah kesukaan saya.
Sambil memberi tester-nya salah satu pedagang menawarkan sekeranjang 15Rb. Tester Bener-Bener salak pondoh yang enak. Jd tanpa pikir panjang langsung saya beli. Saya Pun langsung memakan beberapa diantaranya (laper-belum makan siang), alhamdulillah enak. Tak Ada Pikiran jelek sedikitpun.
Sayang seribu sayang, ternyata salak berkualitas baik hanya Ada di lapisan atas. Sisanya busuk. Namun syukurnya sebusuk-busuknyä, masih Ada beberapa yg bisa ditelan.
Saya Pun ingat Modus penjualan serupa di Bandung. Tapi bukan salak pondoh. Sering Kali di bis Umum, naik pedagang dengan sekarung Penuh salak. Mulai dengan penawaran 20Rb sekilo, sampai bisa jadi 3Rb sekilo. Tp yah itu, asemnya Gä ketulungan.

6. Menilai Orang dari Koper
Daging biji duren ternyata Tak sejelek rupa kulitnya yg berduri. Demikian pula tetangga bangkuku. Seorang Ibu, asal pädang, berusia sekitar 59 tahun, tubuhnya telah dimakan usia dan kerasnya kehidupan. Mengaku Merantau ke Jawa Barat, 4 bulan sebelum krisis möneter, bermodalkan 6 Juta.
Kini Ia memiliki 7 Toko Plastik dan alat kantor di Garut, tahun lalu baru pulang haji, tahun ini kembali daftar haji untuk keberangkatan 2018.
Gaya bicara seperti warga kebänyakan, bukan seperti seorang politikus yg pandai bersilat lidah. Sederhananya Gaya bicara sesuai dengan keterbatasan pendidikan yang dimiliki. Tapi hal yg sangat tidak sesuai dengan kulitnya adalah ucapannya:
“Ngapain ngarepin Bunga Bank, lebih baik, bila punya Modal lebih, belikan Emas. Lebih menguntungkan. Tapi jangan sekarang belinyä, sekarang harga Emas lagi naik, dekat lebaran juga makin naik, biasanya setelah lebaran, harganya akan Turun. Nah mending beli setelah lebaran. Saya hampir rutin mengamati perkembangan harga Emas.”

Pesan:
1. Rencanakan segala sesuatu dengan Matang. Pertimbangkan situasi terkini. 2. Bagi anda yg Mau tidak Mau harus naik Kereta, dan belum beli tiket, cobalah pembelian tiket langsung, 15 menit sebelum Kereta berangkat, mudah-mudahan Ada yg membatalkan keberangkatan. Untuk pemesanan, bisa dilakukan 30 hari sebelum hari keberangkatan dengan mendatangi kantor Reservasi Kereta, atau menghubungi Call Center Kereta Api.
3. Perbanyak menolong Orang dan memudahkan urusan Orang lain, insyaAllah kita akan ditolong dan urusan kita akan dipermudah.
4. Bagi yang Ingin ke Bandung dengan bis, salah satu bis yg bisa di pakai adalah Pahala Kencana. Kantor pemasaran di Jalan Janti no. 93 Banguntapan Bantul, Yogyakarta telp. 0274-6578592. Tapi mending berangkatnya dari Terminal Giwangan sekitar pukul 16.30.
5. Jadilah pedagang yang Jujur. InsyaAllah perdagangannya akan diberi keberkahan Öleh Allah.
6. Nilai Emas akan lebih bertahan sesuai infläsi. Hindari memakan bunga Bank.

Posted on July 10, 2011, in MY DIARY, opini and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Ciiiieeeee,,,,,dah lama bru bca tulisanx k hasan lgi. Pesan nomer 1 sangat cocok buat k hasan,terharu dengn nomer 3 (mending di borong adja koranx k ^^), sya mah jarang jajan2 bgt soalx suka nga percaya xixixixi apalagi namax salak (emng g tlalu suka), koq kata “haji” jadi “hari” (hampir nda ngerti,diliat ulang k, mgk krn di hapeq? Atw emang tampilax kayak gitu, maep ^^)

  2. perjuangan yg sangat hebat…salut…btw koq call center kereta skrg sulit dihubungi ya? apa krn musim mudik ya….

  3. Assalamu’alaikum…K Hasan..senang skali aku baca blog2 kak hasan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: